Rabu, 24 Oktober 2012

Testimoni

Berikut Testimoni Madu Mengsirak/Leting sebagai Obat Penyakit HEPATITIS

Prof Dr Veithzal Rivai | Madu Mengsirak Obat Hepatitis


Prof Dr H Veithzal Rivai, SE, MM, MBA

Biografi:
Mantan Ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), Business Consulting Management, Dosen, Penulis buku, Pegiat Ekonomi Islam

Alamat: Jl. Mandar XVIII DF2 No. 8 Sektor 3 A Bintaro Jaya Tangerang Selatan Banten



Dalam Text Tulisan Tangannya:
 
Subhanallah, setelah saya sekeluarga meminum Madu Hutan Liar karya Pak Suhada daya tahan dan kondisi kesehatan semakin prima diusia saya yang ke 62 tahun ini. Demikian pula Istri saya yang telah lama menderita Penyakit Hepatitis C berangsur pulih.

Tak salah jika saya menganjurkan untuk mengunakan Madu Hutan Liar ini yang manfaatnya luarbiasa untuk berbagai penyakit sesuai jenis madunya.

Semoga Usaha ini dikelola dengan baik , dengan amanah. Insyaallah dengan doa orang yang telah memperoleh manfaat menjadikan usaha ini semakin berkembang.

Insyaallah.

Jakarta 07-08-2010
Prof Dr Veithzal Rivai


Slamet Raharjo | Madu Pahit Pelawan Musuh Penyakit

Ke mana pun pergi Slamet Raharjo Djarot mengenakan syal pada tiga tahun silam. Ia merasa kerongkongan serak dan kering.  Aktor senior peraih Piala Citra itu juga menghadapi masalah lain, yakni sesak napas, mudah lelah, insomnia atau sulit tidur pada malam hari, dan mudah mengantuk pada siang hari. Namun, sejak rutin mengonsumsi madu pelawan ia bagai sekali merengkuh dayung, maka 4 pulau terlampaui, 4 masalah pun teratasi.

Pria 62 tahun itu ajek mengonsumsi sesendok makan madu tiga kali sehari. Sejak itulah kondisi tubuhnya kian membaik. Serak di kerongkongan hilang sehingga mafela atau syal pun ia tanggalkan. Jauh sebelum rutin menikmati madu pelawan, artis kelahiran Serang, Provinsi Banten, 21 Januari 1949 itu penikmat madu (nonpelawan). Namun, madu itu terlampau manis sehingga ia beralih mengonsumsi madu pelawan.

Kini untuk menjaga kebugaran, ia menerapkan pola hidup sehat, antara lain mengurangi konsumsi gula dan daging. Selain rutin mengonsumsi madu pelawan, ia  juga menikmati beragam herbal seperti kunyit. Hasil pencitraan resonansi magnetik (MRI magnetic resonance imaging) pada 25 Februari 2011,  menunjukkan seluruh organ tubuhnya normal dan dalam kondisi bagus.

ANTIBAKTERI
Dokter dan herbalis di Jakarta, dr Hafuan Lutfie, mengatakan kerongkongan serak dan kering, serta sesak napas seperti dialami Slamet Rahardjo Djarot dapat terjadi akibat bakteri atau alergi. Serangan bakteri jika tubuh merasa demam; alergi tanpa demam. “Tenggorokan kering dan serak akibat lendir tak mampu keluar dari kelenjar di leher atau kerongkongan,” kata dr Prapti Utami di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Lutfie dan Prapti mengatakan bahwa madu secara umum mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena nutrisi madu paling lengkap. Madu berkadar gula tinggi, 80 – 90%. Yang istimewa kadar gula terbanyak hingga 70% berupa gula sederhana, yakni fruktosa. Jenis gula lain dalam madu adalah glukosa dan sukrosa. Konsumsi gula sederhana menyebabkan tubuh memperoleh energi lebih cepat daripada mengonsumsi karbohidrat kompleks yang terdapat dalam nasi dan roti.

“Madu bersifat seperti antibiotik, tetapi merupakan antibiotik alami yang aman karena tidak menimbulkan efek samping,” kata Hafuan. Dengan kelebihan itu – meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan antibakteri – Hafuan memberikan madu kepada anaknya sendiri meski berusia kurang dari 2 tahun.  “Untuk anak-anak di bawah dua tahun, turunkan konsentrasi, larutkan 1 sendok madu dalam 125 cc air,” kata Hafuan. Selama ini pemberian madu untuk anak-anak masih pro-kontra.

Ahli lebah dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Prof Dr Mappatoba Sila, mengatakan madu berkhasiat antibakteri. Sebab, pangan purba itu mengandung hidrogen peroksida yang merupakan hasil samping reaksi oksidasi glukosa. Hasil oksidasi itu adalah asam glukonat. Hidrogen peroksida memicu membran sel bakteri pecah dan mengakibatkan bakteri mati. Mappatoba mengatakan khasiat antibakteri itu juga karena madu bersifat higroskopis alias menyerap air. Ketika air dalam sel bakteri terserap,  maka tidak ada bakteri mampu bertahan hidup tanpa air dalam selnya. “Inhibitor paling kuat adalah madu,” kata doktor alumnus University of the Philippines Los Banos itu. Mekanisme penyerapan air tampak ketika penyembuhan luka. Penderita yang mengoleskan madu di atas luka menyebabkan proses pengeringan lebih cepat. Madu juga memiliki tekanan osmosis tinggi. Dampaknya sel bakteri pun kekurangan air sehingga pada akhirnya mati. Tekanan osmosis sekaligus menarik serum darah dari tubuh menuju luka. Itu yang menyebabkan luka cepat sembuh. (Sumber: Trubus Online)

Beberapa rekan artis terkenal di Indonesia (penyanyi, pemain film, dan sutradara) dan pejabat telah membuktikan hal ini. Salah satunya adalah Opick, dimana sebagai publik figur beliau harus selalu menjaga staminanya karena sering melakukan perjalanan dakwah, menyanyi, dan melakukan diskusi/ seminar dengan berbagai pihak. Untuk itu beliau perlu menjaga kesehatan tubuh dan salah satunya adalah dengan mengkonsumsi secara rutin produk Madu Langka Suhada – Badariah. Maka jika anda tidak percaya dengan khasiat produk madu langka kami, silahkan anda mencobanya dan mengkonsumsinya secara teratur, maka anda akan merasakan suatu khasiat yang berbeda dari madu langka ini.

Berikut adalah beberapa hasil pengujian madu yang dilakukan oleh Dr. W. G. Sacket terhadap beberapa kuman penyakit (dikuitp dari buku : Pengobatan Madu dan Apel), terbitan CV Pionir Group, Bandung) :

Nama Kuman Waktu Binasa
Typus 48 Jam
Basil Typhoussus A 24 Jam
Typhoussus B 24 Jam
Basil Typhoid 5 Jam
Basil Bronco Pneumonia 4 Jam
Basil Dicentria 10 Jam
Pembengkakan Suporative 4 Jam
Basil 4 Jam 4 Jam
4 Jam 4 Jam